Menebar Cahaya di Bumi Segantang Lada: Menjadikan Dakwah sebagai Solusi Kehidupan
Tanjungpinang, (24/02/2026) - Bumi Segantang Lada, julukan bagi Kepulauan Riau, dikenal memiliki akar budaya Melayu yang sangat kental dengan nilai-nilai Islam. Namun, di tengah gempuran zaman dan teknologi, muncul sebuah refleksi mendalam: apakah dakwah di tanah ini masih menjadi ruh kehidupan, ataukah kini telah bergeser menjadi sekadar seremonial belaka?
Dalam program "Sudut Mata" di Pandawa Radio, Dr. H. Suryadi, S.P., S.H., M.H., Ketua Umum Dewan Dakwah Provinsi Kepulauan Riau, membedah pentingnya menghidupkan kembali semangat dakwah yang nyata di tengah masyarakat.
Dakwah Bukan Sekadar Tugas Ustaz
Menurut Dr. Suryadi, dakwah pada hakikatnya adalah mengajak kepada kebaikan (da'a ilallah). Ia menekankan bahwa tugas berdakwah tidak hanya berada di pundak kyai atau ustaz, melainkan kewajiban setiap individu yang mengaku beriman. Dakwah adalah upaya untuk mengajak manusia kembali kepada ketaatan kepada Allah, yang pada akhirnya akan membuahkan ketenangan di dunia dan akhirat.
Masjid sebagai Parameter Kesalehan Sosial
Salah satu sorotan utama dalam diskusi ini adalah kondisi masjid dan mushala. Meskipun Indonesia, termasuk Kepulauan Riau, memiliki jumlah masjid yang luar biasa banyak, tantangan terbesarnya adalah memakmurkan tempat ibadah tersebut. Dr. Suryadi mengajak masyarakat untuk mengevaluasi apakah masjid sudah menjadi pusat pergerakan umat sebagaimana di zaman Rasulullah, atau hanya sekadar bangunan fisik yang sepi dari jemaah, terutama dari kalangan anak muda.
Tantangan Anak Muda dan "Setan Gepeng"
Fenomena anak muda yang menjauh dari masjid menjadi keprihatinan serius. Dr. Suryadi menyoroti pengaruh teknologi atau yang ia istilahkan sebagai "setan gepeng" (gadget) yang sering kali membuat generasi muda lalai. Jika akidah mereka rapuh dan jauh dari agama, dampaknya bisa sangat fatal, mulai dari degradasi moral hingga kasus bunuh diri di usia muda yang kian marak.
Dakwah adalah Solusi (Dakwah is Solution)
Sebagai solusi, ia menawarkan konsep bahwa dakwah harus menjadi gaya hidup (way of life). Pemerintah dan organisasi masyarakat perlu bersinergi untuk melibatkan anak muda dalam kerja-kerja dakwah melalui kurikulum yang lebih intensif dan menarik. Dakwah tidak cukup hanya dilakukan selama 10 menit di atas mimbar, tetapi memerlukan interaksi sosial yang mendalam dan berkelanjutan dengan umat.
Membangun Negeri dari Kebaikan Personal
Artikel ini merangkum bahwa kebaikan sebuah negeri dimulai dari kebaikan personal setiap warganya. Dengan menjadikan dakwah sebagai maksud hidup, setiap individu berkontribusi dalam memperbaiki diri dan lingkungannya. Sinergi antara akidah yang kokoh dan ukhuwah yang erat di Bumi Segantang Lada diharapkan mampu membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kepulauan Riau.
Sumber : Pandawa Radio - https://youtu.be/I41E0aiM7fk?si=TMCPsi81o_rOlZrD
- Hits: 10