Tanjungpinang, Kepulauan Riau
Mon - Sun: 6:00 - 23:00

Optimalisasi Potensi Wisata Olahraga: Menoleh Gagasan Suparno untuk Masa Depan Tanjungpinang

Optimalisasi Potensi Wisata Olahraga: Menoleh Gagasan Suparno untuk Masa Depan Tanjungpinang

Tanjungpinang, (03/02/2026) – Kota Tanjungpinang dinilai memiliki potensi besar yang belum tergarap secara maksimal, terutama dalam sektor pariwisata dan olahraga. Hal ini menjadi topik utama dalam program "Sudut Mata" di Pandawa Radio 103.9 FM yang menghadirkan Bapak Suparno, S.IP, mantan Ketua DPRD Kota Tanjungpinang sekaligus tokoh penggerak daerah.

Transformasi dari Politik ke Wirausaha

Setelah menyelesaikan masa baktinya di legislatif selama tiga periode (2004-2019), Suparno kini lebih banyak menghabiskan waktunya dalam dunia wirausaha dan pembinaan komunitas. Salah satu proyek yang sedang dikembangkannya adalah Pinang Harmoni, sebuah kawasan seluas 3 hektar yang dirancang sebagai pusat kuliner, seni, dan olahraga masyarakat. Di tempat ini, ia mencoba menghidupkan kembali olahraga rakyat dan menyediakan ruang bagi kreativitas pemuda.

Olahraga sebagai Magnet Wisata (Sport Tourism)

Dalam bincang tersebut, Suparno menyoroti bahwa Tanjungpinang tidak memiliki pantai seindah Trikora di Bintan untuk dijual sebagai objek wisata alam. Namun, Tanjungpinang memiliki potensi besar di bidang Sport Tourism.

Ia menceritakan pengalaman keberhasilannya membawa kejuaraan dunia Woodball ke Kepulauan Riau. Meskipun saat itu fasilitas pantai di Tanjungpinang belum memadai sehingga acara harus digeser ke Lagoi, Bintan, event internasional tersebut terbukti mampu mendatangkan peserta dari 12 negara.

"Hanya dalam waktu 5 hari, perputaran uang tercatat mencapai Rp 1,7 miliar tanpa menggunakan proposal bantuan daerah," ujar Suparno menekankan betapa besarnya dampak ekonomi dari sebuah turnamen olahraga yang dikelola secara serius.

Kolaborasi dan Inovasi Pemerintah

Suparno mendorong agar Pemerintah Kota Tanjungpinang, melalui Dinas Pariwisata serta Dinas Pemuda dan Olahraga, dapat duduk bersama untuk menyinkronkan program. Ia melihat peluang besar pada olahraga seperti :

  • Panahan : Yang memiliki ikatan religius dan budaya yang kuat di wilayah Melayu dan negara tetangga seperti Brunei dan Malaysia.
  • Pencak Silat : Olahraga tradisi yang kini sudah mendunia.
  • Dragon Boat Race : Event rutin yang perlu dimodifikasi agar memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat lokal.

Harapan untuk Ekonomi Kreatif

Menutup perbincangan, Suparno menekankan bahwa ekonomi Tanjungpinang saat ini banyak ditopang oleh budaya kedai kopi dan aktivitas pegawai negeri. Baginya, integrasi antara hobi, olahraga, dan pariwisata adalah kunci untuk menambah penunjang ekonomi baru bagi masyarakat.

"Masyarakat butuh hiburan dan kegiatan positif. Jika kita melibatkan masyarakat hingga tingkat RT dalam kegiatan pariwisata dan olahraga, maka ekonomi akan bergerak dan masyarakat akan bahagia," pungkasnya.

Sumber : Pandawa Radio - https://youtu.be/BVn3BCVEuSA?si=DLQYsEzvyHqnNw0m

  • Hits: 1