Pandawa FM (Tanjungpinang),- Gubernur Kepri sangat mendukung sekali jika iven barongsai lampu lampion dan juga reog akan dijadikan ikon bagi pariwiasta Kepri. Terlebih ikon ini akan menjadikan pariwisata Karimun makin maju lagi. Dengan demikian Karimun melengkapi kabupaten/kota lain di Kepri yang sudah terlebih dahulu memiliki ikon pariwisata. Jika Natuna dikenal sebagai gerbang utara, Bintan dengan iven sepeda triatlon, Lingga dengan iven alam dan pertanian maka Karimun punya festival barongsai lampu lampion dan reog.

 

Penegasan tersebut disampaikan Nurdin Basirun saat membuka secara resmi Festival Barongsai, di Panggung Rakyat Putri Kemuning Coastal Area Karimun, Sabtu (25/3) malam. Meski mendukung secara penuh, Nurdin mewanti-wanti agara sarana dan prasarana pendukung harus diperhatikan. "Karena prasarana tersebut sangat menunjang sekali. Dari mulai saran jalan, ketersediaan listrik, sarana pendukung baik pelabuhan, bandara dan sarana lainnya, " pinta Nurdin. Secara sepontan Nurdin juga mendukung dengan cara menambah hadiah yang sudah disediakan panitia. Yakni masing-masing ditambah Rp 5 juta untuk juara 1 2 dan 3. Sedang juara harapan ditambah Rp 2 juta. Nurdin selanjutnya memukul gong di dampingi Aunur Rafik dan panitia lainnya sekaligus menandai dibukanya secara resmi festival barongsai dan lampu lampion.

Dalam kesempatan ini, sebelas peserta barongsai tampil menunjukan kobelehannya guna menjadi yang terbaik. Para peserta tidak saja berasal dari kabupaten/kota di Kepri. Namun turut serta peserta datang juga dari luar negeri seperti Singapura dan Malaysia. Mereka masing-masing yakni Hua Sen dari Karimun, Cu Yin Kong dari Batam, Guang Ming dari Tanjung Uban dan juga dari Persaudaraan Barongsai Batam. Selanjutnya ada Cu Yin Kong asal Singapura, Hong San Se dari Sumatera Utara, Kuangnan Nusa Darma dari Tanjung Batu dan juga Himpunan Bersatu Teguh asal Pekanbaru. Berikutnya Tahi Hing Nam Wah asal Johor Malaysia, Bintan Dragon & Lion Atletic dari Tanjung Pinang dan terakhir Himpunan Cinta Teman Pekambaru.

Mereka selanjutnya tampil selama kurang lebih 10 menit dihadapan tiga dewan juri yang mana mereka berasal dari Fedarasi Olahraga Barongsai Indonesia (Fobi). Penilaian didasarkan pada gerak, keserasian, rintangan, dan juga kekompakan. Bupati Karimun Aunur Rafik memastikan kalau iven ini akan menjadi iven resmi tahunan bagi Kabupaten Karimun. Karena itu dukungan dari Pemerintah Kepri sangat kita harapkan.

Karena itu semua dalam upaya meningkatkan kunjungan wiisata Indonesia. Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun Suryaminsyah mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Festival juga tidak hanya Barongsai saja, tapi juga akan ada festifal Reog se-Kepri dan Riau. Mudah-mudahan kegiatan pariwisata ini makin meningkatkan wisata di Karimun khususnya dan Kepri umumnya, harap Suryaminsyah. Tampil sebagai juara 1 adalah Bintan Dragon & Champion Atletic dan berhak atas hadiah uang Rp 20 juta dan tropi, disusul juara 2 Cu Yin Kong dan berhak atas hadiah uang sebesar Rp 15 juta dan tropi, serta juara 3 dari Himpunan Cinta Teman dan berhak atas hadiah uang sebesar Rp 10 juta plus tropi.

Sumber : Humas Pemprov

PANDAWA FM

TERFAVORIT


TERBAIK DI TANJUNGPINANG