Pandawa FM (Tanjungpinang),- Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Atmawinata, mengatakan, UN tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pertama, UN kali SMK dan SMA menjadi tanggungjawab Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, setelah aturan baru, SMA dan SMK diambil alih Pemprov. Kemudian UN tidak lagi menjadi syarat utama kelulusan.

 

Beda UN tahun lalu, hasil UN masih menentukan kelulusah 40 persen dan 60 persen ditentukan hasil ujian sekolah. UN hanya sifatnya pemerataan pendidikan yang ditentukan oleh Kementerian Pendidikan. ”UN kita sudah mulai tidak lagi menjadi syarat kelulusan, ditentukan oleh semua mata pelajaran,” tegasnya kemarin. Dua hasil ujian yang menentukan kelulusan, yakni Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan ujian sekolah itu sendiri.

Kata dia, karena keterbatasan komputer, maka UN tingkat SMK akan dilakukan tiga kali sehari. Jadi, peserta UN tidak boleh membawa handphone di ruang UN, termasuk pengawas. Dikhawatirkan siswa saat membawa hape, memotret soal UN di layar monitor komputer, kemudian diserbarluaskan ke peserta UN kedua dan ketiga. ”Perlu diinggat memyebar luaskan rahasia negara, soal UN juga masuk rahasia negara, akan dikenakan revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),” tegasnya. Begitu juga dengan guru pengawas, tidak boleh membawa hape di ruang UN.

Bila ada pengawas terbukti membawa hape ke ruang UN, melanggar aturan. ”Walaupun UN bukan syarat kelulusan lagi, tapi kita minta siswa tetap belajar dengan baik,” tegasnya. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Dadang AG, menambahkan UN tahun 2016 lalu tingkat SMK dan SMA masih menjadi tanggungjawab Dinas Pendidikan Kota. Karena, aturan berubah sekolah tingkat SMA dan SMK, diambil alih oleh Pemprov. Jadi, UN tahun ini sepenuhnya tangjungjawab Pemprov.

”Saya juga belum dapat laporan berapa jumlah siswa SMK dan SMA yang akan mengikuti UN di Tanjungpinang. Karena data-data itu sudah diambil oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri,” tegasnya. Namun, ia berharap siswa SMK dan SMA yang ada di Tanjungpinang, agar terus belajar. Meskipun UN bukan syarat kelulusan lagi. ”Kalau ditanya target, kita harapkan siswa SMK dan SMK Tanjungpinang lulus semua dengan nilai memuaskan,” bebernya. Ia minta, agar siswa tetap tidak boleh keluar malam dengan kegiatan yang tidak jelas. Siswa tetap mempersiapkan diri untuk menjalani UN dengan baik.

Sumber artikel : TanjungpinangPos

OURLOCATION

GALLERIPANDAWA

LIVESTREAMING

PANDAWA FM

TERFAVORIT


TERBAIK DI TANJUNGPINANG