Pandawa FM, (Tanjungpinang) – M Dali, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri tanpa ragu menyebut aplikasi yang digunakan panitia penerimaan siswa baru SMA sederajat Kepri, tak hebat.

Karena, sebelum diterapkan tidak diuji publik. “Bagaimana bisa siswa mendaftar di SMK tapi lulusnya di SMA,” kata M Dali menjawab suarasiber.com, Rabu (11/7/2018). Itu baru satu contoh kasus. Kasus lainnya, sejumlah siswa yang nilainya lebih tinggi ditolak masuk di SMAN 1 dan SMAN 2 Tanjungpinang. Sedangkan yang nilainya rendah malah diterima. Selain itu, dengan sistem online harusnya jika tak lulus di pilihan pertama, siswa akan masuk di pilihan 2 dan atau pilihan 3. Yang terjadi justru ditolak di semua pilihan. Disebut sistem online, ujarnya, tapi tampilannya tidak real time. Begitu didaftarkan terus tak nampak. Tahu-tahu kelihatan pas pengumuman. Akibatnya muntah dengan banyak komplain. “Seperti bergerak dalam selimut,” tukas M Dali, yang baru dilantik jadi Kadisdik. Pernyataan yang disampaikan M Dali ini, setelah dia menemui sejumlah orang tua yang komplain. Dan, diterima Andi Cori Fatahuddin di posko sementara di Kedai Kopi Bolang Batu 8. Karena banyaknya pengaduan yang disertai bukti tertulis sebagai pembanding, M Dali, meminta mereka membuat laporan tertulis di posko Disdik di Jalan Wiratno (depan Ramayana).

Sumber : suarasiber.com

------- Jumlah Pengunjung

10396748
Hari IniHari Ini272
KemarinKemarin450
Minggu IniMinggu Ini1352
Bulan IniBulan Ini5709
SeluruhnyaSeluruhnya10396748
IP Anda : 54Dot80Dot188Dot87
US
UNITED STATES
US