Pandawa FM, ( Brebes ) - Bencana tanah longsor dan banjir bandang menerjang Brebes, Jawa Tengah. Di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, tanah longsor menewaskan enam orang. Upaya pencarian korban terus dilakukan hingga siang ini. Sementara banjir bandang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Salem dan Losari. 

Banjir dipicu meluapnya Sungai Pemali dan Cisanggarung. Pantauan hingga siang ini, banjir masih menggenangi puluhan desa. Di beberapa titik, ketinggian air bahkan mencapai sedada orang dewasa.

Banjir akibat luapan Sungai Cisanggarung juga mengakibatkan kereta api (KA) dari Cirebon ke Purwokerto maupun sebaliknya saat ini dialihkan menuju jalur utara. Akibat banjir tersebut, jalur Cirebon ke Purwokerto tepatnya di antara Stasiun Ciledug-Ketanggungan tidak bisa dilewati. 

"Kami alihkan lewat jalur utara Tegal," kata Manajer KAI Daop 3 Cirebon, Jawa Barat, Krisbiyantoro, Jumat (23/2/2018).

Dengan pengalihan jalur tersebut, kata Kris, kereta tujuan Cirebon ke Purwokerto maupun sebaliknya harus memutar dan bisa menambah waktu perjalanan sampai satu jam.

"Kalau kereta memutar itu dari Stasiun Parujakan Cirebon kemudian lewat jalur Brebes kemudian Tegal dan setelah itu ke arah Selawi dan Prupuk, ini memakan waktu yang lama, namun kalau tidak memutar kereta tidak bisa berjalan," ujarnya. 

Sebelumnya banjir bandang juga menerjang Dukuh Cikarae, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah, Kamis (22/2/2018) petang. Banjir yang membawa material longsoran dari kawasan Perbukitan Gunung Lio Desa Pasir Panjang mulai menerjang permukiman warga sekitar pukul 17.00 WIB.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun derasnya banjir bandang akibat meluapnya sungai di Desa Pasir Panjang merobohkan satu rumah warga.

 

Sumber: iNews. Id

 

 

PANDAWA FM

TERFAVORIT


TERBAIK DI TANJUNGPINANG