Pandawa FM, (Tanjungpinang)-- Burton Tobing tiba-tiba lemas dan tak sadarkan diri, Selasa (15/4) sekitar pukul 02.30 Wib selaku Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bukit Bestari. Burton Tobing langsung dilarikan setelah terduduk lemas dan tak sadarkan diri di kursi plastik di bawah tenda yang ada di depan kantor PPK, Bukit Bestari, Tanjungpinang. Burton langsung digotong ke mobil salah satu anggota PPK lalu dibawa je Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpinang. Sebelum ia jatuh sakit, suasana kantor PPK Bukit Bestari sempat tegang karena aktivitas PPK digerebek Panwaslu,disebabkan karena membuka kotak rekapitulasi seluruh Kelurahan Tanjung Ayun Sakti tanpa dihadiri saksi dari partai politik. Hanya saja, saat itu Burton Tobing membantah, jika kegiatannya itu disebut dilakukan tanpa ada saksi dari partai politik. Anggota Panwaslu Tanjungpinang Bidang Penindakan Baharuddin, mendatangi kantor PPK yang tak jauh dari kantor Panwaslu itu.

Diduga Ketua PPK membuka surat suara khusu Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Kecamatan Bukit Bestari untuk memanipulasi data. "Saya datang kesini mendapatkan laporan dari salah satu partai, kenapa kotal suara dibuka tanpa ada saksi. Apakah sudah memenuhi syarat, hingga tanpa saksi kotak suara dibuka di tengah malam,"tanya Baharuddin ke Burton Tobing. Baharuddin juga mempertanyakan alasan penghitungan suara yang dilakukan tiba-tiba dan tengah malam. "Kami akan menghitung ulang, karena jumlah surat suara yang di Kelurahan Tanjung Ayun Sakti itu datanya tidak valid,"alasan Burton Tobing ke Baharuddin dari Panwaslu Tanjungpinang. Akhirnya salah satu warga yang mengaku atas nama partai, meminta agar mereka tidak saling mencurigai, ia meminta agar kotak rekapitulasi suara untuk Kelurahan Tanjung Ayun Sakti itu dihitung ulang oleh Panwaslu saja, supaya netral. Tapi, tetap saja Burton Tobing minta malam itu juga harus selesai dihitung ulang.

"Tolong ambilkan komputer. Malam ini juga harus dihitung. Mana anggota KPPS yang lainnya. Ayo kita selesaikan penghitungan malam ini juga,"kata Burton. Hanya saja, pihak Panwaslu tetap ngotot dan tidak memperbolehkan penghitungan pada dini hari itu serta meinta agar penghitungan suara dilakukan pagi hari saja. Salah satu tujuannya agar tidak menimbulkan kecurigaan. Akhirnya Burton melunak dan menyerahkan berkas-berkas dari Kelurahan Tanjung Ayun Sakti ke Panwaslu. Hanya saja, pihak Panwaslu menolak menerima berkas itu dengan alasan PPK itu ada pihak kepolisian sebagai pihak keamanan, hingga baiknya dititipkan saja ke pihak kepolisian sampai dilakukan penghitungan ulang. Setelah sepakat dinihari itu tdak ada penghitungan ulang, akhirnya ketua PPK Burton Tobing, menyerahkan berkas rekapitulasi surat suara itu ke pihak keamanan.

 

sumber:Tanjungpinang Pos

HARI KESEHATAN MENTAL DUNIA : 6 CARA MUDAH JAGA KESEHATAN MENTAL

HARI KESEHATAN MENTAL DUNIA : 6 CARA MUDAH JAGA KESEHATAN MENTAL

Selengkapnya:

PERKUAT SISTEM IMUN DENGAN CARA SEDERHANA INI!

PERKUAT SISTEM IMUN DENGAN CARA SEDERHANA INI!

Selengkapnya:

PANDAWA FM

TERFAVORIT


TERBAIK DI TANJUNGPINANG